Mar 30, 2023

Wira

Transisi Energi

UU EB-ET menyoroti turunan batu bara sebagai energi baru

Disclaimer

Informasi di halaman ini didapatkan dari berbagai sumber dan di-edit oleh para ahli. Untuk sekarang, sikap Partai masih dalam proses konfirmasi dari pihak Partai. Baca penjelasan tentang sumber data, metodologi riset, dan disclaimer di sini.

Baca detail isu

Pada September 2022, Presiden Jokowi menetapkan peningkatan target iklim untuk Indonesia, loh. Kalau pakai skenario kemampuan kita sendiri, emisi yang dikurangi bisa sebesar 31,8%. Kalau ada bantuan internasional, target pengurangannya bisa hingga 43,2%. Sejalan dengan ini, pemerintah meningkatkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor energi hingga 358 MTCO2e (metrik ton karbon dioksida ekuivalen). 

Nah, salah satu cara untuk mencapai target itu adalah dengan mengganti energi berbasis fosil (batu bara dan BBM) ke energi baru dan terbarukan (surya, air, dll.). Saat ini, pemerintah baru memakai 0,3%, atau sekitar 12,4 GW, dari total potensi yang kita punya. Sedangkan target nasional tahun 2025 itu sebesar 23% campuran energi baru terbarukan.

Saat ini, pemerintah lagi mendorong Rancangan Undang Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EB-ET). Tapi, rancangan tersebut banyak yang kurang setuju nih. Yang tadinya mendorong energi terbarukan seperti tenaga surya atau air, RUU EB-ET malah memasukan produk turunan batubara yang justru bisa menghambat penurunan emisi seperti batubara tergaskan, batubara tercairkan, dan gas metana batubara sebagai sumber energi 'baru'.

Di bulan November 2022, Komisi VII DPR, yang memimpin pengesahan RUU ini, sudah dapat rancangan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari Kementerian ESDM dan lagi menunggu penyerahan DIM final dari Sekretariat Negara.

Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi VII DPR RI, mengatakan salah satu hal yang jadi tantangan pengesahan RUU ini adalah politik fosil, di mana banyak tokoh politik besar di Indonesia yang punya bisnis komoditas batu bara. Tantangan lainnya adalah usulan pemerintah untuk masukin ketentuan power wheeling, yaitu pemakaian bersama jaringan tenaga listrik yang memperbolehkan swasta untuk menjual listrik ke masyarakat. Power wheeling ini dianggap melanggar konstitusi karena penyediaan listrik berdampak terhadap kebutuhan hidup banyak orang, makanya harus dikuasai sama negara.

Baca detail isu

Baca detail isu

Mengapa Orang Muda Perlu Peduli


  1. Energi batu bara berkontribusi sekitar 40% kepada emisi gas rumah kaca setiap tahunnya. Tapi, kalau RUU EB-ET masih mendorong dan kasih insentif untuk produk turunan batu bara, Indonesia bakal makin susah untuk mencapai target kebijakan iklimnya.

  2. Harapannya sih, disahkanya RUU EB-ET bisa menghasilkan kebijakan tentang energi baru dan terbarukan jadi lebih tepat, terpadu, dan berdampak. Misalnya, fokus ke penyediaan energi terbarukan ke masyarakat luas, bukan cuma ke industri mobil dan kompor listrik dengan pasar relatif kecil. 

  3. Nah, ikut mengawasi proses pengesahan RUU EB-ET ini bisa jadi langkah pertama untuk mengurangi pengaruh elit industri batu bara terhadap pembuatan kebijakan, soalnya RUU ini punya potensi buat mengurangi ketergantungan batu bara sebagai sumber energi di Indonesia.

Mengapa Orang Muda Perlu Peduli

Mengapa Orang Muda Perlu Peduli

Sikap partai terhadap UU EB-ET

Sikap partai terhadap UU EB-ET

Di mana energi turunan batu bara dianggap sebagai 'Energi Baru'

✅ Setuju

PKB - Setuju

PKB setuju bahwa RUU EB-ET dapat mengatasi krisis energi, mendorong terpenuhinya rasio elektrifikasi nasional, dan reformasi sistem dan tata kelola kelistrikan nasional

NasDem - Setuju

Fraksi Partai NasDem menyatakan bahwa energi terbarukan adalah solusi modern atas masalah energi berwawasan lingkungan hidup

PKS - Setuju

Fraksi PKS memandang bahwa RUU EB-ET sudah cukup komprehensif dalam mengatur pengelolaan energi baru dan energi terbarukan

Golkar - Setuju

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengharapkan RUU EB-ET mampu mempercepat proses transisi energi di Indonesia

Gerindra - Setuju

Gerindra tambahkan: operasionalisasi energi baru haru prioritaskan keselamatan, kompensasi perseorangan harus seimbang dengan badan usaha, dan perlu adanya regulasi transisi energi fosil 10 tahun

PPP - Setuju

Fraksi PPP mendukung RUU EB-ET untuk pengelolaan energi, pelestarian ekosistem, dan keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.

PAN - Setuju

Fraksi PAN mendukung RUU EB-ET untuk pemanfaatan EBT, penguatan ekonomi nasional, dan perlindungan iklim bagi generasi mendatang

PDI Perjuangan - Setuju

Fraksi PDI Perjuangan catat pentingnya mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan, roadmap perdagangan karbon, pengaturan pajak karbon, dan rincian pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber listrik baru

Demokrat - Setuju

Demokrat mendorong untuk memiliki koordinasi dan kolaborasi yang solid dari pusat hingga daerah dalam pengelolaan EBT, dan memprioritaskan penyediaan EBT untuk mencapai Kebijakan Energi Nasional

✅ Setuju

PKB - Setuju

PKB setuju bahwa RUU EB-ET dapat mengatasi krisis energi, mendorong terpenuhinya rasio elektrifikasi nasional, dan reformasi sistem dan tata kelola kelistrikan nasional

NasDem - Setuju

Fraksi Partai NasDem menyatakan bahwa energi terbarukan adalah solusi modern atas masalah energi berwawasan lingkungan hidup

PKS - Setuju

Fraksi PKS memandang bahwa RUU EB-ET sudah cukup komprehensif dalam mengatur pengelolaan energi baru dan energi terbarukan

Golkar - Setuju

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengharapkan RUU EB-ET mampu mempercepat proses transisi energi di Indonesia

Gerindra - Setuju

Gerindra tambahkan: operasionalisasi energi baru haru prioritaskan keselamatan, kompensasi perseorangan harus seimbang dengan badan usaha, dan perlu adanya regulasi transisi energi fosil 10 tahun

PPP - Setuju

Fraksi PPP mendukung RUU EB-ET untuk pengelolaan energi, pelestarian ekosistem, dan keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.

PAN - Setuju

Fraksi PAN mendukung RUU EB-ET untuk pemanfaatan EBT, penguatan ekonomi nasional, dan perlindungan iklim bagi generasi mendatang

PDI Perjuangan - Setuju

Fraksi PDI Perjuangan catat pentingnya mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan, roadmap perdagangan karbon, pengaturan pajak karbon, dan rincian pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber listrik baru

Demokrat - Setuju

Demokrat mendorong untuk memiliki koordinasi dan kolaborasi yang solid dari pusat hingga daerah dalam pengelolaan EBT, dan memprioritaskan penyediaan EBT untuk mencapai Kebijakan Energi Nasional

❌ Tidak Setuju

Tidak ada

❌ Tidak Setuju

❌ Tidak Setuju

Menemukan konten yang kurang sesuai?

Jika kamu menemukan konten kami yang dirasa kurang sesuai, baik dari segi sumber informasi atau data, masukkan feedbackmu melalui feedback form atau kontak kami melalui contact@bijakmemilih.id, agar kami dapat mereview ulang.